Diposting oleh
Unknown
- Minggu, 12 Oktober 2014
Kekuasaan DJ dan pengaruh ekonomi
Sepanjang dekade 1950-an, payola telah
menjadi masalah berkepanjangan. Bagian terparah dari skandal payola
tersebut adalah kekuasaan yang lebih terhadap musik oleh manajemen
stasiun. Bentuk baru Top 40 juga
dimunculkan, dimana lagu-lagu yang populer diputar berulang-ulang.
Sekarang, hanya sedikit dari beberapa DJ di Amerika Serikat mempunyai
kuasa melalui apa yang diputarnya di udara. Daftar putar (playlist)
dikontrol sangat ketat, dan para DJ seringkali tidak diijinkan membuat
perubahan atau penambahan. Lagu-lagu yang diputar biasanya dipilih
berdasarkan algoritma komputer dan teknik otomasi seperti lacak suara (voice tracking)
mengijinkan seorang DJ untuk mengirimkan pemberitahuan melalui banyak
stasiun. Walaupun kadangkala lagu-lagu yang diinginkan seringkali dapat
digantikan oleh sistem ini. Sebuah lagu mungkin diumumkan sama seperti
permintaan DJ walaupun baru saja dimunculkan dalam daftar putar. Secara
ekonomis, rumusan ini telah mencapai sukses disemua penjuru negeri.
Namun bagaimanapun, musik seperti ini secara praktikal kelihatan
memuakkan dan yang mana orang-orang banyak yang mencari-cari bentuk
bebas dalam format stasiun radio yang memposisikan kembali kontrol para
DJ, atau mengakhiri radio terestrial dan kemudian beralih ke layanan
radio satelit atau pemutar musik portabel sepertiiPods. Stasiun radio kampus (College radio) dan radio publik yang lain adalah tempat-tempat yang paling umum untuk bentuk bebas daftar putar di Amerika Serikat .
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar